line

Article

Kuatir dan Janji Allah

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Rasa kuatir tidak akan muncul jika segala yang kita perlukan sudah terpenuhi. Kita belajar bagaimana cara Tuhan dalam membawa kita pada suatu keadaan dimana segala sesuatu terpenuhi. Rasa kuatir menghapuskan ketenangan, damai sejahtera hilang dikehidupan kita, dan hal itu muncul karena mengingikan sesuatu, terikat pada sesuatu, tanpa disertai iman pada rencana Tuhan dalam hidup kita. Manusia sejak awal manusia telah tergoda untuk mendapatkan segala sesuatu yang sedap dimata walaupun melanggar firman sehingga jatuh ke dalam dosa (Kej 2:6), dan dosa itu membawa pada penderitaan.

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan yang dipilih Tuhan karena nenek moyang mereka. Mereka dijanjikan akan mendapatkan suatu negeri yang belimpah susu dan madunya. Didalam perjalanan, mereka mengalami banyak mujizat, laut dibelah dan mereka berjalan diatas tanah yang kering sementara firaun tenggelam karena tangan Tuhan (Kel 14:21-30), mereka mengalahkan orang Amalek (Kel 17:8-13) dan masih banyak lagi mujizat yang Tuhan lakukan bagi mereka, tetapi mereka tetap tidak percaya akan penyertaan yang telah dan sedang Tuhan lakukan sehingga mereka bersungut-sungut, kuatir akan apa yang akan mereka minum (Kel 15:24), mereka gentar, walaupun kemudian Tuhan memberikan bukti bahwa DIA sanggup mengadakan yang tidak ada, namun kemudian mereka kembali tidak percaya dengan bersungut-sungut.

Bangsa pilihan yang sudah begitu banyak mengalami mujizat demi mujizat namun mereka tetap tidak mengenal Allah karena kedegilan hati mereka dan lebih mementingkan makanan dan minuman sehingga murka Tuhan menimpa mereka. Hanya dua orang yang Tuhan ijinkan masuk ke tanah perjanjian yaitu Kaleb bin Yefune karena dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan dan Yosua bin Nun yang penuh dengan Roh yang dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa (Ul 1:34-36, Bil 27:15-18) selebihnya mati dipadang gurun karena kedegilan hati mereka.

Anda dan saya adalah sama seperti orang Israel, hidup kita didunia ini adalah sama dengan perjalanan bangsa Israel di padang gurun menuju tanah yang dijanjikan suatu negeri yang berlimpah susu dan madu, suatu keadaan dimana kita dipenuhi segala kebutuhan kita, dimana kita akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga, (Ul 8:6-9). Didalam perjalanan kita menuju negeri itu akan menghadapi banyak tantangan dan penderitaan dengan maksud supaya kita tahu apa yang ada didalam hati kita apakah kita mengikuti perintahNYA atau tidak, karena DIA mengajar kita seperti kepada seorang anak (Ul 8:1-5). Kuncinya ada pada ayat 6 “Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia”.

Untuk dapat selalu hidup menurut jalan yang ditunjukkan-NYA diperlukan hati yang lemah lembut dan kerendahan hati sehingga jiwa kita mendapat ketenangan (Mat 11:29), hati yang lemah lembut adalah hati yang mau belajar sehingga mengenal Tuhan secara pribadi dan kerendahan hati adalah hati yang mau taat, sehingga Kerajaan Allah hadir didalam hidup kita, yaitu suatu keadaan dimana hanya Tuhan yang memerintah dan berkuasa dalam hidup kita.

Kita dapat belajar memahaminya dari perjalanan hidup Yusuf yang pada awalnya mendapatkan penglihatan didalam mimpinya bahwa dia akan menjadi raja atas saudara-saudaranya dan kedua orang tuanya (Kej 37:5-11). Dalam menggenapi rencanaNYA, Tuhan membiarkan segala penderitaan terjadi, dia dijual menjadi budak belian oleh saudara-saudaranya kepada orang ismail dan dibawa ke Mesir (Kej 37:28). Tetapi Tuhan menyertai Yusuf sehingga apa saja yang dibuatnya berhasil dirumah potifar, sehingga potifar memberikan kuasa kepada Yusuf atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Tuhan kembali menguji Yusuf dengan membiarkan dia dipenjara karena difitnah oleh istri potifar, karena dia menolak untuk tidur bersama istri potifar dan Yusuf setia hidup dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Allah. Namun penjara membawa Yusuf masuk ke Istana Firaun, penjara menjadi jalan bagi Tuhan untuk menggenapkan rencanaNYA, sehingga Yusuf diberikan kuasa atas seluruh istana dan tanah mesir (Kej 41:41-42), pada waktu kelaparan terjadi. Bahkan saudara-saudaranya pun datang dan sujud dengan muka sampai ke tanah untuk membeli makanan pada Yusuf. Genaplah segala yang Tuhan rencanakan dengan jalan kita tetap setia kepada DIA walaupun pahit namun kita percaya semua DIA biarkan terjadi untuk kemudian kita kebaikan kita. Betapa tak terselami segala rencananya bukan?!

Kita, dalam mengikut Tuhan menjalankan segala perintahNYA, hidup dijalanNYA, dan kemudian mengalami penderitaan kita seringkali kecewa dan menolak DIA, kita kuatir akan apa yang akan terjadi pada diri kita, itu dikarenakan kita menuntut apa yang baik dimata kita, sementara yang Tuhan inginkan adalah hati yang lemah lembut dan rendah hati yaitu hati yang mau belajar dan taat. Jadi, masalah dan penderitaan yang kita alami kita harus hadapi sebagai suatu didikan Tuhan untuk menguji dan memurnikan kita, membersihkan kita dari segala dosa-dosa kita, sehingga apabila kita tetap setia, pada saatnya kita layak untuk dibawa oleh Tuhan ke tanah perjanjian dimana kita tidak kekurangan suatu apapun dan Kerajaan Allah hadir didalam hidup kita, yaitu suatu keadaan dimana hanya Roh Allah yang memerintah dan berkuasa dalam hidup kita,

Kita yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat disebut sebagai anak Allah, kini saatnya hidup menurut Roh karena Roh Kudus yang kita terima menghidupkan (Rm 8:13-14). Dan Jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Gal 3:29). Damai Sejahtera bagi orang yang berkenan kepadaNYA. Amin

 

Banyak Diakses

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form