line

Article

Tutup Dada Pernyataan Keputusan

Saudara, dalam hidup ini kita selalu diperhadapkan untuk membuat keputusan, bahkan setiap hari, setiap saat…tidak henti-hentinya kita harus melakukan aktivitas yang satu ini, memutuskan sesuatu. Katakanlah seorang pelajar, ini hari pertama mereka beraktivitas, maka hari ini apakah dia memutuskan untuk memulai kegiatan sekolahnya, memutuskan untuk lebih giat belajar dari pada nyantai menikmati liburan, waktu liburan sudah selesai, saatnya kembali beraktivitas di sekolah, inilah yang harus dia putuskan. Seorang pengusaha, yah mungkin ada tender yang harus dimenangkan hari ini, nah apa yang ia putuskan saat ini, itu sangat menentukan. Seorang isteri, dia harus memutuskan apa yang akan dia masak hari ini sehingga masakannya bisa menyenangkan hati suaminya. Menu makanan yang dia pilih dan putuskan sangatlah berpengaruh baginya untuk menyenangkan hati pujaan hatinya. Pokoknya, dalam setiap apapun yang kita kerjakan, kita selalu dituntut untuk memutuskan sesuatu. 

Setiap orang, tua muda harus membuat keputusan setiap hari. Entah itu keputusan yang simple atau yang rumit bahkan terkadang keputusan yang harus diambil tidak sesederhana & menentukan jalan yg di depan kita, membuat keputusan itu sesuatu yang sangat sulit namun bila kita memiliki tutup dada pernyataan keputusan, dengan urim dan tumim maka kita tdk akan slh langkah dlm mengambil keputusan. Kita harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Jangan kita salah mengambil keputusan apalagi kita ini adalah pelayan-pelayan Tuhan, imam-imam. Nah, supaya kita tidak salah dalam mengambil keputusan maka seorang imam harus memiliki tutup dada pernyataan keputusan. 

KELUARAN 28 : 15” Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya.” 

Apa itu tutup dada pernyataan keputusan ? Tutup dada yang melekat di dada imam besar ini disebut tutup dada pernyataan keputusan atau breastpiece for making decisions. 

Keluaran 28 : 30a “ Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kau taruh Urim dan Tumim.” 

Dan di dalam tutup dada yang merupakan perlengkapan pakaian imam besar ini terdapat Urim dan Tumim. Apa itu Urim dan Tumim ? Urim dan Tumim ini adalah dua batu undian yang ada dalam tuutp dada pernyataan keputusan pada baju efod yang dipakai imam dan dipergunakan untuk mencari tahu kehendak Allah di saat kita hendak memutuskan sesuatu ( Bil 27 : 21; I Sam 14 : 41; 28:6 ) 

Seringkali kita menderita banyak kesulitan yang diakibatkan karna kita salah mengambil keputusan. Padahal menurut kita, semua sudah diperhitungkan dengan demikian matang, ditambah dengan saratnya pengalaman yang kita miliki, tetapi tetap saja meleset. Utk itu kita akan melihat ini dari 3 kehidupan : 

1. YOSUA 

Siapa yg tidak kenal dengan Yosua ? Seorang yg sempat meraih kemenangan yang begitu besar saat dengan begitu mudahnya tembok Yerikho yang terkenal sebagai benteng pertahanan yang begitu kokoh itu dapat dirobohkan dengan hanya mengelilingnya sebanyak tujuh kali. Yosua, seorang yg sudah berhasil merobohkan benteng Yerikho yang konon katanya sangat kuat itu namun ternyata di balik kehebatan Yosua, ia juga punya kelemahan, ternyata Yosua pernah salah dalam mengambil keputusan. 
Yosua, seorang yang telah memiliki pengalaman mengalahkan Yerikho pernah salah dalam membuat keputusan. Padahal Yosua dan bangsa Israel hanya tinggal selangkah lagi masuk ke negeri Kanaan yang subur dan berlimpah susu dan madu itu. 

YOSUA 9 : 14, 22 “ Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.” 

Kesalahan Yosua adalah tidak meminta keputusan Tuhan. Kemenangan atas Yerikho membuat Yosua ceroboh dan tidak lagi mengandalkan Tuhan dalam memutuskan sesuatu. Yosua mulai mengandalkan pikirannya, mengandalkan matanya. Bangsa-bangsa Kanaan gonjang-ganjing memutar otak menghadapi Yosua yang bakal menyerang mereka tidak lama lagi. Mereka gentar, sebab secara perhitungan mereka pasti akan kalah. Aha! Bangsa Gibeon yang termasuk penghuni tanah Kanaan menemukan akal. Mereka menghadap Yosua dengan mengatakan, bahwa mereka berasal dari tempat yang jauh. Dengan rencana matang mereka membawa tas lusuh dan bekal berupa roti yang sudah kering sebagai “bukti” bahwa memang mereka benar-benar telah menempuh perjalanan jauh. 

Tipuan orang Gibeon ini diperkuat dengan sanjungan bagaimana Tuhan telah menyertai Yosua dan orang Israel dalam mengalahkan Yerikho. Akibatnya Yosua jatuh iba dan tidak melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan, akhirnya Yosuapun mengikat perjanjian dengan mereka. Oh ini satu keputusan yang salah. 

Mengikat perjanjian dengan bangsa Gibeon itu hal yang tidak boleh dilakukan, sebab begitu perjanjian itu diikat, maka Yosua tidak bisa lagi memusnahkan orang-orang Gibeon padahal mereka itu adalah salah bangsa yang diam di Kanaan yang juga harus dimusnahkan. Sekali kita salah mengambil keputusan, akibatnya panjang. Dengan perjanjian yang diikat Yosua dengan orang-orang Gibeon, Yosua sama sekali tidak dapat memusnahkan mereka. 

Kadang-kadang kita mengalami luka permanen dalam hidup kita akibat kita salah mengambil keputusan, misalnya dalam menentukan pasangan hidup. Ada luka yang mendalam sampai sekarang karna kita salah memutuskan. Di tahun ini jangan lagi kita salah memutuskan, jangan kita salah langkah dalam mengambil keputusan, sesulit apapun keputusan itu. 

Sayangnya, kita tidak bisa kembali ke masa lalu itu untuk memperbaiki semua keputusan keliru yang pernah kita ambil. Dengan berlalunya waktu, penyesalan karena masa lalu merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Tetapi masih ada yang bisa kita lakukan di sini dan sekarang, yaitu kita harus bertindak hati-hati karena kita masih memiliki masa depan. Pertimbangan baik-baik bahwa keputusan yang kita ambil saat ini akan mempengaruhi kehidupan di masa depan kita. 

Yosua sudah salah memutuskan, padahal pada saat pelantikan penyerahan jabatan Musa kepada Yosua, Musa sudah berpedan pada Yosua supaya bertindak hati-hati. Bertindak hati-hati dalam hal apa ? Dalam hal mengambil keputusan tentunya. Pada awal pelayanan Yosua, Musa sudah terlebih dulu berpesan kepadanya untuk terus merenungkan Firman, berpegang pada Firman, bertanya pada Firman supaya ia bisa bertindak hati-hati dalam mengambil keputusan. 

Itu sebabnya sdr, kita perlu melibatkan Tuhan di dalam setiap pengambilan keputusan yang kita lakukan. Ayat ke 14 dengan jelas menyebutkan kesalahan orang Israel. Mereka tidak dikatakan kurang cermat, kurang hebat atau cara berinvestigasinya kurang tepat; tetapi dengan tegas dikatakan, "Lalu orang-orang Isarel mengambil bekal orang-orang itu tetapi tidak meminta keputusan Tuhan" Kesalahan mereka jelas, yaitu tidak melibatkan Tuhan di dalam pengambilan keputusan. Apa yang mereka lakukan hanyalah berdasarkan apa yang mereka lihat, apa yang mereka pikirkan, dan apa yang mereka analisis. Mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu bisa diandalkan, karenanya mereka melakukannya dengan mengabaikan Tuhan. Mereka mengambil keputusan semata-mata dan mutlak berdasarkan apa yang logis, rasional dan masuk akal. Rasio, pikiran dan kemampuan kita ada batasnya sdr, karena diri kita ini memang terbatas. Oleh karena itu berhati-hatilah kalau secara mutlak kita mengandalkan diri kepada rasio dan pengalaman. Berhati-hatilah ada sesuatu yang terjadi di luar dugaan kita; hal-hal yang tidak kita pikirkan tetapi sebenarnya sedang terjadi. Ingat itu ! 

2. SAUL 

Saul, seorang yang sempat menarik perhatian Tuhan. Mulanya Tuhan tertarik pada Saul dan menjatuhkan pilihan raja itu pada Saul. Mulanya semua berjalan dengan baik, Saul disegani dan dihormati namun ada satu kecerobohan yang dilakukan Saul, yakni dalam hal mengambil keputusan. I Samuel 13 menuliskan di saat yang paling genting Saul telah mengambil satu keputusan yang salah. 

I Samuel 13 : 8-9, Saul memutuskan untuk mempersembahkan korban bakaran. Oh ini keputusan yang salah ! Walau keadaan saat itu sangat genting; memang keadaan saat itu sangat genting, Filistin sudah datang menyerang, seluruh rakyat sudah begitu takut, tapi bukan berarti dalam keadaan yang mendesak, terjepit dan genting kita boleh sembarang mengambil keputusan, tidak ! Justru keputusan yang demikian akan sangat beresiko. Saul tidak boleh mengambil keputusan yang demikian, sebab mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan itu adalah tugas seorang imam, bukan raja. Salah mengambil keputusan, ini adalah awal kejatuhan Saul. 

Sayang sekali, baru saja Saul memutuskan untuk mempersembahkan korban, baru saja ia memutuskan dan melakukan apa yang telah ia putuskan, datanglah Samuel. Andai dia masih bisa menunggu sebentar, tentu dia akan lolos dari tindakan yang salah dan konyol ini. 

Itu sebabnya sdr, mengambil keputusan itu janganlah tergesa-gesa, apa yang akan kita putuskan itu harus terlebih dulu kita bertanya pada Tuhan. Jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu. Jangan karna keadaan sudah genting kitapun sembarang memutuskan sesuatu, oh itu akan berakibat fatal. Lihat saja Saul, sejak dia salah mengambi keputusan, sejak itulah dia mulai jatuh sampai akhirnya dia disingkirkan Tuhan dari kedudukan sebagai raja bahkan akhir hidupnya dia mati bunuh diri, tragis. Semuanya diawali dengan keputusan yang salah ! 

Berapa banyak keputusan yang salah yang pernah kita ambil ? Mari kita berhenti untuk memutuskan sesuatu dengan tergesa-gesa tanpa bertanya terlebih dulu kepada Tuhan. Apalagi kita yang adalah imam-imam yang sudah diperlengkapi dengan tutup dada pernyataan keputusan, dengan Urim dan Tumim, mari manfaatkan itu lewat kita selalu mendekatkan diri dengan Tuhan, lewat pembukaan Firman, Tuhan akan menyatakan kepada kita keputusan apakah yang akan kita ambil. Dengan “tutup dada pernyataan keputusan” yang kita miliki maka kita tidak akan mengambil keputusan yang meleset, amen ? 

3. ABRAHAM 

Abraham, seorang tokoh Alkitab yang cukup berpengaruh dan menjadi bapa orang percaya, seorang yang begitu mengasihi Tuhan sampai-sampai anak satu-satunyapun rela ia korbankan kalau itu yang Tuhan minta, begitulah dia mengasihi Tuhan, apa yang Tuhan kehendaki ia lakukan. Seorang yang sangat percaya pada pimpinan Tuhan, Tuhan menyuruh dia keluar dari Ur Kasdim, diapun taat tanpa menghiraukan kemana dia akan pergi, seorang yang punya pnyerahan yang begitu luar biasa kepada pimpinan Tuhan, seorang yang begitu beriman dan imannya itu diperhitungkan sebagai satu kebenaran, bahkan seorang yang disebut sebagai sahabat Allah, luar biasa !

Tapi tahukah saudara seorang tokoh Alkitab yang demikian hebatnya juga pernah salah dalam membuat keputusan. Abraham pernah salah mengambil keputusan. Keputusan yang paling fatal yang pernah diambil oleh seorang Abraham, oleh seorang tokoh besar dalam Alkitab dan akibat dari keputusan yang diambilnya berpengaruh sampai zaman ini, sampai sekarang ini. 
Keputusan fatal yang pernah dibuat Abraham adalah dia mengambil Hagar sebagai isteri. Ini satu keputusan yang salah, salah besar ! Mungkin kita bertanya mengapa seorang Abraham bisa sampai mengambil keputusan yang sedemikian ? Karena Abraham lebih mendengarkan nasehat manusia dari pada nasehat Tuhan tepat seperti yang dikatakan 

AMSAL 12:15” Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.” 

Abraham lebih mendengarkan Sara isterinya! Dalam hal ini Abraham sudah bertindak bodoh. Sdr, dalam mengambil keputusan kalau kita lebih memilih untuk mendengarkan nasehat manusia maka kita akan salah memutuskan sesuatu. Sehrusnya kita bertanya pada Tuhan, sehrsnya kita mendengarkan Firman, sebab seorang imam sudah diberikan Urim dan Tumim, sudah ada pembukaan rahasia Firman yang Tuhan perlengkapi bagi seorang imam, keluarkan itu saat kita mau mengambil keputusan, bercerminlah pada Firman saat kita mau memutuskan sesuatu, itulah manfaatnya Tuhan melengkapi kita dengan Urim dan Tumim, dengan pembukaan rahasia Firman. 

Sebenarnya Tuhan juga sudah terlebih dulu memperlengkapi Abraham dengan Firman, Tuhan sudah terlebih dulu berkata kepada Abraham keturunanmu akan seperti bintang di langit dan pasir di laut, ini Urim dan Tumim, Tuhan sudah terlebih dulu memperlengkapi Abraham dengan Urim dan Tumim, bagaikabn seorang imam yang sudah diperlengkapi dengan tutup dada pernyataan keputusan, sudah diperlengkapi dengan Firman bahwasanya Tuhan akan memberikan keturunan kepadanya, namun sayang sekali Abraham lebih mendengarkan nasehat manusia dan itu membuat dia salah memutuskan dan akibatnya berpengaruh sampai sekarang, kita melihat masalah Timur Tengah selalu ada sengketa, semuanya itu akibat siapa ? Akibat dari sebuah keputusan yang salah yang pernah dibuat oleh seorang Abraham. 

Itu sebabnya di setiap kita mau membuat keputusan, ingat Tuhan sudah terlebih dulu memperlengkapi kita dengan Urim dan Tumim, Tuhan sudah terlebih dulu memperlengkapi kita dgn pembukaan-pembukaa FirmanNya, mari kembali pada Firman dan Tuhanlah yang akan menyatakan pada kita lewat FirmanNya keputusan yang bagaimanakah yang akan kita ambil ? 

Saudara, seringkali kita sudah berpikir dan sudah menganalisis semua data yang ada di tangan kita sampai akhirnya kita mendapati diri kita tidak mampu lagi, sudah jenuh dan menemui jalan buntu; barulah kemudian kita datang : " Ya, Tuhan, tolonglah saya!" Ini berarti jika dengan rasio dan pikiran, kita bisa menemukan jalan keluar, maka kita tidak akan bertekuklutut. Kita tidak akan berteriak minta tolong kepada Tuhan. Kita baru menempatkan Tuhan dalam pengambilan keputusan hanya saat kita mendapati bahwa pikiran kita telah berhenti menemukan jalan. Jadi, Tuhan memang dilibatkan tetapi sudah di tengah-tengah perjalanan. Betapa seringnya kita memperlakukan Tuhan seperti ban cadangan mobil yang tidak pernah kita lirik ketika semuanya lancar. Ban cadangan dipakai hanya saat diperlukan untuk mengganti yang bocor di tengan perjalanan. Kalau rencana, pikiran, dan prediksi kita sendiri menjadi kenyataan, kita tidak pernah berbicara tentang Tuhan. Tetapi bila ada sesuatu yang terjadi di tengah perjalanan hidup kita, dan kita menemukan bahwa pikiran kita terbatas, baru mulailah kita minta tolong kepada Tuhan. 

Jelas Tuhan tidak mau diperlakukan seperti itu. Tuhan mau dilibatkan sejak awal, mulai dari mengumpulkan hingga mengolah data tersebut dalam proses berpikir kita, sehingga Ia bisa membimbing dan memberi kita hikmat dalam mengambil keputusan yang benar. Saudara, Tuhan selalu ingin memimpin kita dalam mengambil keputusan. Mungkin di tahun-tahun yang lalu kita sudah banyak mengambil keputusan yang salah. Biarkan tahun yang lalu itu berlalu saja, biarkan semua kesalahan di tahun yang lalu berlalu saja, relakan semua yang telah terjadi, tapi untuk tahun ini mari mulailah kita melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan kita. Jangan lagi kita lupa melibatkan Tuhan dalam pengambilan keputusan kita. 

Saudara, hidup kita banyak digelisahkan oleh keputusan-keputusan yang sudah kita ambil dan kita mulai menyesal. Nyeselnya itu bagaimana? 

1. Type penyesalan yang pertama: berandai-andai. Seandainya dari dulu dia mengetahui hati saya, seandainya dari dulu saya menyatakan perasaan saya, seandainya dari dulu dia juga menyukai saya, seandainya dan seandainya. Kita hidup di masa kini tetapi pikiran kita hidup di masa lalu, dan terus berkata: seandainya, seandainya, dan seandainya. Tapi hal ini tidak akan menyelesaikan masalah, sebaiknya mari kita berhenti untuk berandai-andai dan mengubah cara kita dalam mengambil keputusan, amen ? 

2. Type penyesalan yang kedua: sadar bahwa kita telah mengambil keputusan yang salah, tetapi menyalahkan orang lain. Ini kan gara-gara si A, si B, si C bahkan kadang Tuhan juga dilibatkan, ini kan gara-gara Tuhan. Saya mengambil keputusan keliru, kok Tuhan tidak ingatkan? Saya ambil keputusan salah kok Tuhan tidak cegah? Kadang-kadang kita menempatkan Tuhan pada posisi yang sulit seperti ini. Kita tidak mau bergumul susah-susah, pokoknya kita mau ambil jalan pintas. Kalau keputusan saya salah, Tuhan yang akan mencegahnya. Kalau keputusan saya ternyata salah, Tuhan akan membuat kantornya tutup. Ah, kita inilah manusia yang suka menyalahkan Tuhan, padahal kita sendiri yang salah, kenapa tidak bertanya pada Tuhan sebelum memutuskan ? 

3. Type penyesalan yang ketiga : kita selalu menyalahkan diri kita sendiri : saya yang salah, saya yang salah dan saya yang salah. Dan kita hidup di dalam penyesalan yang dalam. Oh jangan sampai itu terjadi. Siapa di antara kita yang tidak pernah membuat keputusan yang keliru? Siapa di antara kita yang tidak pernah membuat keputusan yang ternyata di kemudian hari terbukti salah ? Kita ini semua adalah orang-orang yang pernah mengambil keputusan dan ternyata itu adalah keputusan salah. Saul, Yosua, bahkan Abraham juga pernah salah sdr. 

APA LANGKAH LANJUT KALAU KITA SEMPAT SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN? 

Saudara, langkah lanjut kalau kita sudah pernah salah dalam mengambil keputusan : jgn berandai-andai, jangan salahkan orang lain, jangan salahkan Tuhan, jangan salahkan siapapun, dan juga jangan salahkan diri sendiri tetapi mari kita memohon kemurahan Tuhan sekali lagi. Kita yang pernah salah mengambil keputusan, mari kita akui di hadapan Tuhan dan berhenti melakukan kesalahan yang lebih besar lagi. Biarkan tangan Tuhan mengerjakan yang paling baik dari keputusan yang paling buruk sekalipun. 

Janji firman Tuhan mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Ia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Bukankah itu berarti bahwa bukan hanya dalam keberhasilan saja Tuhan mau bekerja di dalam hidup kita, tetapi juga di dalam kesalahan dan kegagalan kitapun IA mau mengupayakan yang paling baik bagi kita, amen ? Lihatlah tanganNya sedang bekerja atas kehidupan kita. 

HAL YG PERLU DIINGAT : 
-Jangan lupa melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan. 
-Jangan tergesa-gesa membuat satu keputusan. 
-Jangan mengandalkan nasehat manusia. 

AMSAL 12:15 “ Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.” 

Kadang kita merasa bijak dalam keputusan kita padahal kita tidak tahu apa dampak dari keputusan yang kita ambil. Banyak hal yang bakalan terjadi, hal-hal yang merugikan, hal-hal yang tidak berfaedah itu yang akan kita petik. Sepintas keputusan yang kita ambil yang mengandalkan pikiran kita atau nasehat manusia sepertinya dapat menyelesaikan masalah, tetapi salah-salah kita malah mendapat kesulitan yang lebih besar lagi. Ini yang dialami Abraham. Tapi hal demikian tidak akan kita alami jika kita menurut nasehat Firman Tuhan, amen ? 

Itu sebabnhya kita perlu kembali pada Firman, sebab Tuhan tahu satu saat kita akan diperhadapkan dengan berbagai keputusan, dan IA terlebih dulu memperlengkapi kita dengan Urim dan Tumim, dengan tutup dada pernyataan keputusan. Betapa Tuhan itu baik, DIA tidak ingin kita salah melangkah, DIA tidak ingin kita salah memutuskan sehingga sudah terlebih dulu DIA perlengkapi kita dengan begitu banyak pembukaan rahasia Firman Tuhan. Dan kalau kita kaya dengan pembukaan rahasia Firman maka kita tidak akan pernah salah lagi dalam mengambil keputusan seperti Daniel dan Yusuf. 

1.DANIEL 

Daniel… seorang tokoh Alkitab yang begitu menyenangkan; menyenangkan Tuhan dan manusia. Seorang yang dikaruniai kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana, seorang yang pernah merebut hati raja Darius, seorang yang sangat disenangi dan disukai. Daniel juga seorang dikaruniai pengertian, seorang yang penuh dengan roh yang luar biasa. Alkitab juga mencatat Daniel ini adalah seorang yang penuh dengan hikmat. 

Apa itu hikmat ? Hikmat adalah pembukaan rahasia Firman Tuhan, itulah Urim dan Tumim. Seorang yang penuh hikmat seperti Daniel tidak akan salah dalam membuat keputusan. Daniel pernah memutuskan untuk tidak menjamah makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala terlebih dulu. Bahkan dalam keadaan genting sekalipun Daniel bisa memutuskan dengan baik, dan apa yang dia putuskan itu tidak salah ! Keputusan apakah yang pernah diambil Daniel ? 

Daniel 3 : 17-18 menuliskan Daniel memutuskan untuk tetap menyembah Tuhan. Padahal saat itu hidupnya tercancam oleh kematian, keselamatannya terancam. Sebab siapa yang tidak menyembah patung yang dibuat raja Nebukadnezar akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala tapi Daniel yang luar biasa itu bisa memutuskan untuk tetap menyembah Tuhan ! Ini keputusan yang benar ! Ini keputusan yang penuh hikmat ! Tidak seperti raja Saul yang ceroboh dalam memutuskan, keadaan boleh genting tapi keputusan kita harus benar dan penuh hikmat seperti yang pernah dilakukan oleh Daniel. Daniel, memang seorang yang sangat dikagumi, dan seorang yang luar biasa... 

Itu sebabnya kita harus bergumul untuk seperti Daniel, penuh hikmat dan pengertian, penuh dengan roh Tuhan, penuh dengan Firman, bagaikan Urim dan Tumim yang ada pada tutup dada pernyataan keputusan seorang imam, maka niscaya apa yang kita putuskan tidak akan salah lagi. Dan kalau kita tidak salah memutuskan maka tentulah semua yang kita kerjakan di sepanjang tahun ini juga akan berjalan dengan lancar karna keputusan kita disertai Tuhan dan dibuat Tuhan berhasil, amen ? 

2.YUSUF 

Yusuf juga seorang yang penuh hikmat. Oleh karena hikmat yang dia miliki, Yusuf bisa membuat satu keputusan yang begitu cemerlang, satu keputusan yang telah menjadi berkat bagi seluruh dunia. Keputusan apakah yang pernah dibuat oleh Yusuf ? 

Menimbun gandum sebanyak mungkin (Kejadian 41 : 35 ). Ini keputusan yang dibuat Yusuf yakni dalam tahun kelimpahan hendaklah kita menimbun gandum sebanyak mungkin. Dan keputusan ini benar sebab akhirnya Mesir benar-benar menjadi berkat bagi seluruh bumi saat dilanda kelaparan. Mesir bisa menjadi berkat karna apa ? Karna keputusan yang dibuat Yusuf, karna keputusan Yusuf itu benar dan penuh hikmat ! Sebab di saat kelimpahan siapa yang bisa menyangka kalau akan datang kelaparan ? Siapa yang bisa menghargai gandum pada saat-saat kelimpahan ? Siapa yang terpikir untuk menimbun gandum sebanyak mungkin pada saat-saat kelimpahan. Tetapi Yusuf, dengan penuh hikmat dia memutuskan untuk menimbun gandum dan menyimpan gandum sebanyak mungkin pada saat-saat kelimpahan. Biasanya saat kelimpahan membuat kita lalai untuk menghargai. Tapi Yusuf, dia telah mengambil satu keputusan yang penuh hikmat ! 

Saudara tahu bagaimana keadaan apakah Yusuf mengambil keputusan itu ? Saudara, saat itu Yusuf baru saja keluar dari penjara. Kejadian 41 : 14 menuliskan segeralah Yusuf dikeluarkan dari tutupan itu untuk menghadap Firaun. Sdr, keluarnya Yusuf dari tutupan itu bagaikan Yusuf memulai satu lembaran baru dalam hidupnya, itu bagaikan Yusuf memulai hidup barunya. Keluar dari tutupan itu bagaikan memulai lembaran baru dalam hidup kita. 

Sdr, jangan kita sesali yang sudah terjadi, mungkin tahun 2007 yang sudah kita lewati itu adalah satu tahun yang bagaikan liang tutupan, yang begitu gelap, yang dihiasi dengan berbagai kesedihan, kesusahan, kekecewaan, bahkan kepahitan namun lihatlah di tahun baru ini Tuhan sudah membawa kita keluar dari tutupan tahun 2007, hari ini matahari kembali bersinar, saya sangat suka lirik lagu pujian ini yang dipersembahkan anak-anak remaja tgl 1 jan yang lalu " Esok Hari Matahari Akan Kembali." Matahari bersinar kembali itu berarti ada hari esok yg cemerlang, ada masa depan yg penuh harapan. 

Lihat saja Yusuf, keputusan yang telah ia ambil itu telah mengubah hidupnya seratus delapan puluh derajat, karena keputusannya hidupnya berubah sama sekali, sebab apa ? Sebab keputusannya benar ! Mengapa keputusan itu benar ? Sebab berdasarkan hikmat, berdasarkan Firman, berdasarkan Urim dan Tumim ! Akhirnya sejak itu ia yang seorang napi diangkat menjadi perdana menteri, benar-benar luar biasa ! Bila keputusan kita benar maka tidak ada yang tidak mungkin, Tuhan bisa memberkati kita kalau keputusan yang kita buat itu adalah kehendakNya, adalah mauNya, adalah sesuai dengan FirmanNya. 

Sdr, kita sudah banyak melakukan kesalahan dalam hal memutuskan sesuatu. Biarlah keputusan yang salah itu kita kuburkan dalam liang tutupan tahun 2007. Dan hari ini, mari kita membuka lembaran baru dengan harapan baru, dengan keputusan yang baru dan benar, dengan keputusan yang penuh hikmat, keputusan yang dilandasi dengan Firman, amen sdr ?

 

mengenai AirHidup

Menyediakan kebutuhan rohani dengan menggunakan sarana internet. Tujuan kami tidak lain adalah mendukung anak-anak Tuhan dimanapun mereka berada dalam pengenalan akan DIA.

Anda dapat menghubungi kami melalui link dibawah ini.

kontak form