Mengalami Mulitiplikasi dan kelimpahan

Lukas 6:38.a. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.
Dalam musim yang baru ini, banyak hal yang bisa kita lakukan terutama untuk Tuhan, salah satunya menabur. Jika kita menggunakan logika dan memandang tindakan “menabur” sebagai tindakan sekedar ”memberi” maka yang terlihat hanyalah pengurangan dari apa yang kita miliki. Tetapi tidaklah demikian konsep yang diajarkan alkitab. Menabur adalah suatu bentuk kerja sama dengan Allah melalui suatu pemberian yang terbaik untuk menghasilkan tuaian. Ayat di atas adalah salah satu dari janji Tuhan bagi setiap orang yang mau menabur. Tuhan akan mengembalikan lebih dari apa yang kita tabur, bahkan sampai bejana yang kita miliki tidak cukup untuk menampungnya.
Dalam Yohanes 6:5-13 dengan judul perikop Yesus memberi makan 5.000 orang, kita dapat melihat bahwa melalui pemberian seorang anak, lebih dari 5.000 orang memperoleh berkat makanan bahkan masih tersisa 12 bakul. Yang terjadi bukan hanya multiplikasi, tetapi juga kelimpahan.
Bagaimana hal ini bisa terjadi?
1. Sebelum Yesus mengadakan mujizat, Markus 6:39 menceritakan bahwa orang banyak diperintahkan untuk berkumpul berkelompok. Ini pesan bagi gereja Tuhan untuk memelihara Unity. Mazmur 133.1-3 mengajarkan kita untuk hidup rukun, karena kesanalah Tuhan akan memerintahkan berkat-Nya.
2. Ada yang mengatakan bahwa 5 roti dan 2 ikan merupakan pemberian yang kecil. Bagi orang dewasa mungkin benar, tetapi bagi seorang anak jumlah itu bukanlah sedikit.
Pelajaran dari hal di atas adalah memberi yang terbaik. Arti yang terbaik tidak hanya dalam kualitas tapi juga dalam kuantitas yang proporsional. Ketika seorang janda memberi lebih kecil dari persembahan orang-orang kaya, Yesus berkata bahwa persembahan janda miskin itu yang lebih banyak (terbaik). Hal ini karena Yesus melihat secara proporsional, perbandingan (%) jumlah yang diberikan dengan jumlah yang dimilikinya.
3. Ketika seorang anak mendengar Yesus menyuruh murid-muridnya untuk memberi makan orang banyak itu dan murid-muridnya panik karena merasa mustahil bisa memenuhi kebutuhan orang banyak itu, anak itu datang membawa 5 roti dan 2 ikan miliknya kepada Yesus, tanpa perduli atau berusaha menghitung apakah cukup atau tidak untuk orang banyak itu. Dia memberi dengan hati. Ketika kita hendak memberi kepada Tuhan, jangan pernah berfikir: ”…ah milikku tidak ada artinya dibanding orang lain”. Yakinlah, sekecil apapun yang kita berikan untuk Tuhan, sepanjang itu yang terbaik dari yang kita miliki, akan menjadi sangat berarti bagi Tuhan. Tugas kita hanya membawa apa yang ada pada kita, perhitungan apakah hal itu berarti atau tidak adalah urusan Tuhan.
Menabur tidak selalu harus berupa materi, 5 roti dan 2 ikan bukanlah hanya berupa hal-hal yang dapat mengenyangkan tubuh jasmani saja, tetapi juga termasuk hal-hal yang bersifat rohani. Milik kita, entah itu materi, hati, waktu, hidup kita dll dapat menjadi suatu pemberian yang menyenangkan bagi Tuhan.
Mari bersiap-siap melihat kejutan-kejutan luar biasa yang akan dilakukan Tuhan dalam hidup kita, bukan hanya multiplikasi tetapi kelimpahan berkat sorgawi dan berkat jasmani akan kita alami.

No Comments Yet

Comments are closed

X