Pertandingan

Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan pertandingan sepak bola Piala Dunia antara Swedia vs Trinidad & Tobago. Kebetulan saya tidak hanya suka menontonnya saja tetapi juga mengamati bagaimana tiap tim itu bermain. Di atas kertas, para penggemar sepak bola akan menjagokan Swedia. Pengalaman kesebelasan mereka di ajang piala dunia cukup banyak dan teknik permainan mereka cukup tinggi. Beberapa pemain nasional mereka juga bermain di kompetisi liga di luar negeri. Terlebih Swedia termasuk Negara yang kaya, pastilah kualitas pemain mereka jauh diatas rata-rata para pemain sepak bola dari negara Afrika. Ada satu hal menarik yang saya amati, sejak babak kedua dimulai, para pemain Swedia banyak sekali melakukan serangan ke gawang Trinidad & Tobago. Hal ini sedikitpun tidak menggentarkan pemain-pemain Afrika tersebut, malah mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mudah untuk dikalahkan. Tidak satu gol pun dihasilkan oleh pemain Swedia sepanjang 45 menit pertandingan itu. Padahal satu orang pemain Trinidad & Tobago telah dikeluarkan dari pertandingan tidak lama setelah pluit tanda mulai ditiup. Jadi praktis selama pertandingan kedua tersebut hanya ada 10 orang pemain Trinidad & Tobago melawan 11 orang pemain Swedia.
Saya perhatikan sepanjang mereka bertanding, walau hanya dengan 10 orang pemain, mereka tidak patah semangat. Sepertinya mereka memiliki hati sekuat baja. Mereka tidak gentar dan terus menyerang dengan tekun sampai pertandingan selesai. Terus terang saya sangat kagum dengan semua pemain Trinidad & Tobago. Bagi saya merekalah juara sejati. Mereka tahu pasti apa yang menjadi tujuan mereka untuk datang ke Jerman, yaitu untuk menang. Dan itu mereka buktikan dengan tetap memberikan perlawanan yang terbaik walau hanya dengan 10 orang pemain. Hasilnya sangat memuaskan karena gawang mereka sama sekali tidak kebobolan oleh pihak lawan.
Ilustrasi di atas bisa menjadi bahan pelajaran yang berharga bagi kita sebagai anak-anak Tuhan. Sama seperti para pemain bola dari Negara Trinidad & Tobago di atas yang memenangkanpertandingan ( baca : mereka berhasil memberikan perlawanan yang terbaik sehingga pihak lawan tidak berhasil membuat gol ) tersebut, maka kita sebagai anak-anak Tuhan juga harus tahu bahwa Tuhan menginginkan kita untuk menjadi lebih dari pemenang ( dalam alkitab bahasa Inggris bahkan lebih tajam lagi, ditulis more than a conqueror = lebih dari penakluk ). Untuk menang dalam suatu pertandingan, pertama kita harus tahu tujuan kita dan meraihnya dengan kerja keras , tekun, tidak mudah putus asa, semangat, dan fokus pada pertandingan. Semua kemampuan yang telah kita miliki harus digunakan sebaik-baiknya. Antusiasme dan gairah bertanding harus menyala terus. 
Begitu pula dalam mengikut Tuhan, kita harus mengetahuikebenaran yaitu pertama : kita ini lebih dari pemenang (Roma 8 :37), kedua : kita memiliki perlengkapan senjata Allah ( Efesus 6 : 13 – 18 ), ketiga : Roh Kudus bersama dengan kita ( Yoh 14 :16-17).
Kalau kita sudah tahu kebenaran ini, maka kemenangan bagi kita bukan hal yang mustahil. Apa yang menjadi masalahmu hari-hari ini? Apakah anda sedang bergumul (di dalam doa) meminta pekerjaan, memohon jalan keluar dalam keuangan, atau mengatasi masalah keluarga? Jangan menyerah di tengah jalan, teruslah mengandalkan Dia. Ingatkan dirimu bahwa aku lebih dari pemenang. Tidak ada hal yang lebih memerdekakan selain mengetahui kebenaran. Orang yang merdeka ( bukan hanya secara fisik, jasmani ) di dalam pikirannya dan hatinya, akan melangkah dengan penuh iman dan sukacita di dalam Tuhan. Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif masuk dan melemahkan hati saudara. Gunakanlah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah.Perkatakan firman-Nya ketika hati anda lemah dan putus asa. Pegang janji-Nya dan perkatakan terus ketika saudara sedang berdoa. Tidak ada jalan lain selain terus maju dengan iman karena hanya dengan berjalan maju, saudara akan melihat janji-Nya digenapi dalam hidup saudara. Jangan gentar, saudara pasti sanggup berjalan maju karena Roh Kudus yang memimpin, mengajar dan menghibur saudara.
Dengan melakukan ketiga hal diatas, kita belajar menjadi pelaku firman Allah. Bertandinglah dengan penuh semangat dan sukacita karena Ia yang menyertai kita adalah Allah yang setia mengasihi kita. Ingatlah bahwa : Sekali-kali Ia tidak akan membiarkan kita dan sekali-kali Ia tidak akan meninggalkan kita.

No Comments Yet

Comments are closed

X