Representasi Pengetahuan dan Tanda Jaman

Dari waktu ke waktu pengetahuan akan kehidupan semakin bertambah. Seolah segala sesuatu nampaknya tidak ada yang tidak mungkin bila manusia bekerja keras. Ungkapan yang ada benarnya, namun seringkali menyeret kita kepada percaya pada diri sendiri atau manusia lebih daripada kepada Sang Pencipta dan Penentu Alam ini.
Bukan sedikit orang-orang berusaha untuk menciptakan sesuatu yang buatan, ataupun replika dari yang aslinya, seperti robot, mesin dan segala sesuatu yang diharapkan dapat meminimalkan kelemahan dan kekurangan manusia. Dan tidak sedikit juga orang-orang yang saat ini lebih memperhatikan tiruannya: robot atau mesin, daripada apa yang dia tiru; manusia.
Salah satu yang menarik adalah penelitian yang berkembang di bidang Kecerdasan Buatan. Dalam bidang ini telah banyak kemajuan teknologi yang diciptakan, bahkan membuat robot atau mesin yang tidak hanya bisa berpikir namun juga bisa merasakan, seperti sedih, kecewa maupun senang dan bersemangat.   Mengapa…banyak orang terutama di negara maju, sudah lebih suka berinteraksi dengan pekerjaannya daripada dengan manusia lainnya.  Sehingga mereka menciptakan robot yang dapat menemani manusia.  Kelebihan robot adalah untuk kesenangan manusia, dan tidak dapat menyakiti manusia. 
Satu lagi yang menarik, adalah menciptakan alat yang dapat mengidentifikasi kecenderungan seseorang dari raut mukanya, suaranya dan gayanya apakah dia bisa menjadi calon yang dicurigakan atau terrorist untuk dapat mengurangi bahaya yang satu ini di negara-negara maju.
Tahukah saudara, bahwa para ahli pada awalnya membuat berbagai macam teknologi tersebut untuk membantu manusia, ataupun meningkatkan kemampuan manusia dalam mengarungi kehidupan ini. Namun tanpa sadar, apa yang dibuat malahan semakin menurunkan fungsi alamiah dari manusia akan kepekaan secara jiwani atau rohani. Sehingga akhirnya kita jadi cepat curiga dengan orang-orang yang secara fisik kelihatannya jahat, padahal siapakah yang dapat mengetahui hati selain Sang Pencipta.
Hal lainnya adalah dengan ditemukannya vitamin dan mineral sebagai ekstrak dari bahan natural yang didapati berfungsi bagi tubuh manusia, di embel-embeli dengan kenyataan bahwa bahan tersebut memang tidak dapat diproduksi di dalam tubuh. Promosi yang berlebihan menyebabkan orang-orang mulai mengkonsumsinya secara langsung karena kemudahannya dan tidak memperhatikan, buah-buahan, dan makanan natural lainnya yang lebih alami.
Analogi dengan hal ini, coba kita perhatikan berbagai mesin yang diciptakan manusia. Tujuan awalnya adalah untuk membantu, tetapi tanpa disadari ini membuat manusia menjadi kurang bergerak atau berolahraga. 
Apabila di paparkan lebih banyak lagi, maka akan berderet panjang fakta yang terjadi bahwa pengetahuan yang ada dapat menimbulkan masalah baru, baik cepat maupun secara lambat.
Saat-saat ini, di Indonesia dan beberapa negara lainnya terjadi berbagai bencana alam, baik gempa bumi, banjir bandang, tsunami, badai dan lain sebagainya yang tidak dapat di deteksi sebelumnya dan menimbulkan kecelakaan dan duka yang besar. Secara ilmu pengetahuan, orang berpikir … coba kalau ada alat peringatan dini, coba kalau ada alat yang dapat meminimalisasi semuanya itu dan lain sebagainya.
Bukannya mau meminimalkan fungsi dari pengetahuan, karena penulis pun sementara bergelut dalam penelitian dalam bidang pengetahuan dan kecerdasan buatan. Namun, sebenarnya kejadian-kejadian yang terjadi di luar dari kemampuan manusia untuk mendeteksinya merupakan kesempatan kita meneliti dan melihat lebih jauh lagi rancangan Tuhan sambil merenungkan lebih lagi apa sebenarnya maunya Tuhan.
Tidak mudah memang, yang satu terkait dengan sesuatu yang harus diketahui dan dideteksi dengan alat ukur, secara fisik, sedangkan yang satunya; bicara tentang maunya Tuhan yang tidak dapat di ukur secara fisik.
Nah, inilah saatnya sebenarnya anak-anak Tuhan bersatu, baik yang berlatar belakang Teologi maupun Pengetahuan atau ilmuwan. Tuhan menciptakan kita semua dalam kerangka yang teratur dan sistematis dengan tujuan tertentu. Hanya kadangkala karena keterbatasan manusia atau mungkin keangkuhan manusia, maka ada banyak hal yang tak dapat terdeteksi. Tapi baiklah kita semua tetap berpegang pada kenyataan bahwa itu semua pasti untuk kebaikan (Rom.8:28).
Tapi di sisi lain, semakin kita tahu, bahwa siapakah manusia sehingga kita masih diperhatikan oleh Bapa, Pencipta dan masih bisa merasakan dan menikmati nafas kehidupan, bahkan makan yang teratur.
Para ahli memang juga sudah memprediksi, apabila tanpa minimalisir polusi udara, maka bumi tidak akan bisa bertahan lebih dari seratus tahun lagi. Termasuk juga dengan lebih panasnya matahari akhir-akhir ini yang sampai ke permukaan bumi, dan semakin naiknya tinggi permukaan air laut, karena pencairan es di kutub-kutub bumi akibat pemanasan global.
Tapi sekali lagi siapa yang dapat menduga…apa yang akan datang..dan apalagi kapan akhir jaman? Bagaikan tanah liat di tangan Penjunan, itu juga lah yang terjadi pada bumi di tangan Pencipta. Ia sementara membentuk bumi dan isinya sesuai dengan rencanaNya. Namun dari semuanya, ada satu yang Tuhan sangat perhatikan manusia.
Saat manusia saat ini tidak lagi memperhatikan manusia lainnya namun lebih pada robot, mesin, alat-alat dan system yang dapat membantu mereka, atau dengan kata lain untuk kesenangan dan kenikmatan bahkan kelestarian dirinya sendiri, tapi Ia tetap memperhatikan ciptaanNYa. Untuk kebahagiaan CiptaanNya …manusia.

No Comments Yet

Comments are closed

X