Belajar Mengucap Syukur Senantiasa

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan didalam Kristus Yesus bagi kamu.

I Tesalonika 5:18

Pada suatu hari 2 orang bersahabat, tatkala melakukan perjalanan dipadang pasir, kehabisan air minum. Betapa sulitnya mencari air dipadang pasir yang jauh dari wadi atau oase.

Dengan segala upayanya kedua orang itu berusaha mencari air pelenyap dahaganya. Akhirnya dengan harga yang sangat mahal mereka dapat membeli setengah gelas air sejuk dari kafilah yang kebetulan lewat padang pasir itu. Hanya setengah gelas air saja, itu berarti terlalu sedikit untuk diminum oleh dua orang. Yang seorang berkata kepada kawannya sungguh sial dapat air hanya sedikit saja, sedangkan yang satu berkata, Puji Tuhan, syukur, sekalipun sedikit kita masih bisa dapat air.

Mengapa ucapan dua orang tersebut mempunyai nada yang berbeda? Sebab orang yang pertama itu melihat pada setengah bagian gelas yang kosong itu. Sedangkan orang yang kedua itu melihat pada setengah bagian gelas yang berisi air itu. Orang pertama berpikir dari segi negatifnya, sedangkan orang kedua berpikir dari segi positifnya.

Marilah kita belajar bagaimana orang kedua berpikir, sehingga kita dapat mengucap syukur kepada Tuhan dalam setiap keadaan kita masing-masing.

No Comments Yet

Comments are closed

X

Send this to a friend