Emergency Button

Dia bukan sekedar Emergency Button aja, yang diperlukan ketika butuh bantuan, ketika sedang merasa sedih, dikecewakan, kesepian, atau ketika sedang dihadapkan dengan masa-masa kesulitan.

Aku seringkali mendengar khotbah bahwa banyak orang mengira bahwa Tuhan hanya sekedar tombol emergency saja yang bisa ditekan saat diperlukan, atau pada waktu tertentu saja. Kupikir aku juga tidak memperlakukan Tuhan seperti itu. Memang aku sudah mengerti bahwa Tuhan dapat ditemui disetiap waktu, waktu suka maupun duka.

Yang kupikirkan bahwa aku mengerti dan sudah melakukan semuanya dengan benar. Baru kusadar bahwa ternyata aku turut melakukan perbuatan yang tadinya kupikir aku tidak mungkin memperlakukan Dia seperti itu.

Keadaan yang sulit atau situasi diluar harapan memang membuatku dapat mendekatkan diri lagi kepadaNya. Namun, kusadari bahwa ketika aku puas aku selalu pergi meninggalkan Dia. Aku sering meninggalkanNya setelah aku dihiburNya, meninggalkanNya ketika aku sudah merasa puas dengan keadaan dan tidak sedih lagi.

Aku mengenal bahwa Dia adalah Penghibur yang setia. Dia menepati janjiNya selalu, satu demi satu. Dia satu-satunya Sobat yang paling setia. Kudapat selalu temukan kekuatan yang baru didalam Dia. Harapan dan juga pemulihan yang membuat diriku terasa komplit.
Namun ketika telah kutemukan kedamaian sudah memenuhi hatiku, aku merasa cukup kuat untuk kembali berjalan sendiri.

Ini adalah sebuah pelajaran yang berharga sebuah pengalaman dari diriku, menyadari bahwa waktu-waktu yang berlalu telah membuat diri ku sering memperlakukan Dia sebagai tombol emergency yang cuma kubutuhkan sesaat saja.

No Comments Yet

Comments are closed

X

Send this to a friend