Kantin Kejujuran

Saat saya melayani di GBI Happy Family Jogja, saya melihat ada kantin kecil disana. Kantin itu menjual berbagai makanan dan minuman kecil. Yang menarik kantin itu tidak ada yang menjaga. Lalu bagaimana kalau kita mau beli makanan disitu? Tinggal mengambilnya saja. Bagaimana dengan uangnya? Di sebelahnya ada toples transparan dan ada uang disana. Jadi, kita diminta memasukkan uang itu sesuai dengan jumlah makanan atau minuman yang kita ambil. Bagaimana jika seseorang memerlukan uang kembalian? Silahkan ambil juga disana. Prinsip kejujuran diterapkan disini.
Belakangan ini, kantor-kantor pemerintah dan swasta ditanah air banyak yang membuka Kantin Kejujuran ini. Kantin Yang bermodalkan kejujuran (kepercayaan) pembeli ini yang dilakukan Pemda Surabaya pernah diliput Pers. Mula-mula mereka khawatir jika Kantin merugi, karena kantin itu bukan saja menyediakan makanan dan minuman untuk karyawan didalam, tetapi juga pengunjung dari luar. Tternyata hasilnya luar biasa. Mereka malah mendapat keuntungan sekitar 20%.
Saudaraku, saat tuntutan masyarakat untuk menjadikan menjadikan Indonesia sebagai negara Bebas Korupsi. Semakin keras belakangan ini, tindakan membuka Kantin Kejujuran itu merupakan test case. Bisakah hal itu diterapkan dalam skala yang lebih besar? Kita harus berani melangkah. Apalagi sebagai anak Tuhan. Tanpa langkah iman semacam itu, impian itu hanyalah menjadi angan-angan belaka. Mari kita semua berbenah kearah yang lebih baik agar tidak ada gurita pemakan kertas (UANG).
Di manapun anak-anak Tuhan berada dan di tempatkan, semua harus di mulai dari kita, yaitu menjadi garam dan terang dunia dimanapun kita berada. Karena raport suatu bangsa ada nya di Gereja. Siapakan dan dimana kan Gereja itu? Yaitu kita sendiri, dimana Roh Tuhan ada di dalam kita. Dan kita menjadi surat yang terbuka bagi banyak orang dan mereka bisa membaca nya. Amin.

No Comments Yet

Comments are closed

X