Kebutuhan Akan Kristus

Yohanes 4:43-54
Cara Allah memanggil dan menyelamatkan seseorang berbeda-beda. Ada yang dipanggil ketika di tengah-tengah kesukaran ataupun kebahagiaan, dll (contoh: Agustinus yang dulunya hidup di dalam cela, Paulus yang dulunya menganiaya orang Kristen, dll). Allah kita adalah Allah yang besar dan berkuasa sehingga kalau Allah memanggil, tidak ada seorangpun yang berani mengeraskan hatinya. Firman Tuhan di bagian ini berbicara tentang seseorang yang diselamatkan melalui kesembuhan anaknya oleh Tuhan. 
Bagian ini berhubungan dengan dua bagian lainnya yaitu tentang Nikodemus dan seorang perempuan Samaria. Orang perwira ini dipanggil oleh Tuhan di dalam kondisi dia membutuhkan Yesus karena anaknya sedang sakit (ayat 46) dan bahkan hampir mati (ayat 47). Kedudukannya sebagai pegawai istana pun tidak dapat menolongnya dari masalahnya dan ketika dia mendengar tentang Yesus, dia datang dari Kapernaum kepada Yesus karena dia membutuhkan-Nya. 
Tiga hal yang dapat kita pelajari dari bagian ini: 
Kebutuhan akan Yesus membuat pegawai istana (Latin: Regulus, raja kecil) ini membawa semua pergumulannya kepada Yesus. Dia tidak menggunakan bawahannya melainkan datang sendiri kepada Yesus membawa pergumulannya, bukan sebagai seorang pegawai istana yang punya otoritas melainkan menanggalkan semua popularitas dan kedudukannya, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan seperti seorang pengemis yang meminta belas kasihan kepada Tuhan (ayat 47). Dia memprioritaskan dan mengandalkan Tuhan Yesus. Mari kita juga jangan menjadi bimbang karena pergumulan melainkan hanya mengandalkan Tuhan kita, satu-satunya yang mampu menolong kita. 
Dia percaya (ayat 50). Pada awalnya orang ini beranggapan bahwa Yesus harus datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya. Tetapi Tuhan Yesus hanya berkata “Anakmu hidup”. Pada saat itu orang ini belum melihat bahwa anaknya sembuh tetapi ia percaya. Allah adalah setia dan tidak pernah mengingkari janji-Nya, karena itu orang Kristen harus tetap percaya kepada Allah walaupun tidak melihat tanda atau mujizat. Janganlah kita berpegang mutlak pada suatu metode atau cara. Allah tidak dapat dibatasi oleh cara-cara manusia dan cara tidak dapat menyelamatkan dan tidak membawa kita lebih kudus di hadapan Tuhan melainkan hubungan yang baik dengan Tuhan. 
Ia menerima sesuatu yang lebih berharga daripada permintaannya sendiri (ayat 53). Tuhan tahu bahwa ia dan keluarganya memerlukan kesembuhan yang lebih penting yaitu secara rohani (keselamatan). Bila kita menempatkan Yesus menjadi segala-galanya di dalam kehidupan kita, maka standard kasih kita bukan lagi standard kita sendiri melainkan standard kasih Yesus dan kita akan mengasihi segala sesuatu lebih daripada sebelum kita mengenal Yesus.

No Comments Yet

Comments are closed

X