Melewati Lembah Kekelaman

Mazmur 23 : 4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman …”

Mazmur 23 ini dituliskan oleh Daud. Daud sebagai seorang gembala domba, dia menuliskan Mazmur 23 sebab dia punya pengalaman dalam menggembalakan domba-dombanya. Pada zaman dulu, seorang gembala membawa domba-dombanya mendaki gunung bahkan juga turun ke lembah. Dan Daud dengan latar belakangnya sebagai gembala punya pengalaman menggembalakan domba-dombanya untuk mendaki gunung, turun ke lembah bahkan sampai ke lembah yang kelam. Itu sebabnya oleh pengalamannya ia bisa menuliskan : lembah yang kelam.

Tak dapat kita sangkali kalau hidup manusia ditandai dengan kemenangan dan kekalahan, ditandai dengan keberhasilan dan kegagalan. Kalau kita pernah gagal, jangan pernah berkecil hati, lihat saja Musa, Musa pernah gagal sebanyak 9 kali. Sebab sekalipun sembilan tulah sudah terjadi tetapi Firaun masih tetap saja mengeraskan hatinya. Sembilan kali Musa mencoba untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir tetapi 9 kali juga dia mengalami kegagalan, namun pada kali yang ke 10 Musa berhasil! Saat Tuhan menjatuhkan tulah yang ke 10 yaitu anak sulung orang Mesir mati, saat itulah Musa baru berhasil dengan misinya membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

Ayub 14 : 1 “Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.“

Kegelisahan itu menunjuk pada kesukaran. Dalam terjemahan Contemporary English version : “Life is short and sorrowful for every living soul.“ Hidupnya singkat serta penuh derita.  Manusia yang lahir dari perempuan, kita semua lahir dari perempuan. Jadi jelas, setiap manusia, kita semua pasti pernah mengalami masa-masa jaya dalam hidupnya dan juga masa-masa yang sukar dalam hidupnya, kejayaan dan kegagalan, kemenangan dan kekalahan, masalah dan kesulitan selalu mewarnai hidup kita. Satu hal yang perlu kita ketahui, kalau kita diperhatikan Tuhan maka kita juga akan diuji oleh Tuhan. Tuhan ingin mencari kristen-kristen yang sejati. Tuhan ingin mencari hidup kekristenan yang tahan uji bagaikan emas yang tahan dibakar dalam leburan api.

Yang namanya lembah kekelaman itu tidak pandang bulu. Bahkan orang baikpun mengalami lembah kekelaman.  Lembah kekelaman itu juga dialami oleh orang-orang seperti Daud, oleh orang-orang seperti Yeremia, oleh orang-orang seperti rasul Paulus; mereka mengalami masa-masa yang sukar dan sulit dalam hidup mereka, bahkan orang saleh, orang benar yang namanya Ayubpun mengalami derita yang begitu berat. Jadi baik orang benar maupun orang fasik semuanya, tanpa terkecuali juga mengalami lembah kekelaman.

Mazmur 11 : 5a “ Tuhan menguji orang benar dan orang fasik. “ Dalam versi Youth American Bible disebutkan “the Lord test the good and bad. “

Orang baik, orang jahat, fasik itu jahat, semua-muanya juga mengalami masa-masa yang sulit dalam hidup mereka.  Saudara, saya mau katakan pada saudara :  Itulah hidup manusia, itu memang hakekat manusia, kalau kita disebut manusia ya kita pasti tidak luput dari lembah kekelaman. Sebab hidup ini tidak luput dari masalah dan penderitaan. Kita bukan makhluk dari luar angkasa, kita ini manusia, kita lahir dari seorang ibu, yang jelas kita semua tidak luput dari lembah kekelaman.

Lembah kekelaman itu tidak bisa diprediksi. Datangnya masalah, kesulitan dan kesukaran itu tidak bisa diprediksi, ia datang secara tiba-tiba, tidak bisa dijadwalkan dan tidak bisa direncanakan. Kita tidak bisa berpesan terlebih dulu kepada sekretaris kita, oh nanti kalau masalah itu datang kita bikin jadwal bulan depan saja, karna bulan ini saya lagi sibuk, ndak bisa ngurus yang namanya masalah-masalah, problema-problema. Sdr, yang namanya lembah kekelaman itu tidak bisa diprediksi kapan itu terjadi, tidak bisa diramalkan dengan kemampuan kita sebagai manusia yang amat terbatas, tidak bisa!

Saya pernah mendengar kesaksian seorang ibu : Tiba-tiba saja telepon berdering dan memberi laporan bahwasanya rumahnya sudah terbakar, secara tiba-tiba. Kita bisa melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita ? Itu sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Seperti beberapa waktu yang lalu pesawat Garuda, Boeing 737-400, pesawat Boeing yang sangat dipercaya oleh berbagai maskapai penerbangan,boleh dikatakan pesawat yang paling aman, dan memang harganya paling mahal, itupun bisa terbakar ! Dan itu tidak bisa diprediksi ! Andaikata ada anggota keluarga yang bisa prediksi kalau pesawat itu akan terbakar, tentu saja anggota keluarganya tidak akan mengizinkannya naik pesawat itu, itu sudah pasti. Tetapi yang namanya problema, permasalahan, bagaikan lembah yang kelam itu datangnya tiba-tiba, tidak bisa diprediksi terlebih dulu.

Yeremia 4 : 20 “Kehancuran demi kehancuran dikabarkan, seluruh negeri dirusakkan; kemahku dirusakkan dengan tiba-tiba, tendaku dalam sekejab mata.“

Ini persis seperti yang terjadi di tengah-tengah bangsa dan negara kita. Kehancuran demi kehancuran dikabarkan. Saudara lihat Metro Tv, apa yang selalu ditayangkan pada teks yang ada di bagian bawah layar Tv, selalu saja permasalahan dalam negara kita, kehancuran demi kehancuran dikabarkan. Seluruh negeri dirusakin, kemahku/ rumahku dirusak dengan TIBA-TIBA. Seperti beberapa tahun yang lalu Tsunami melanda Aceh. Mungkin saat itu mereka lagi tidur pulas, sedang tidur di rumah dengan tenang, tapi tiba-tiba saja air yang deras yang tingginya ada yang mengatakan 5 meter, ada yang mengatakan 10 meter, tiba-tiba datang menerjang, hancur lebur dalam sekejab mata saja. Nah, begitulah keadaaan negara kita saat ini, kabar dan berita yang mencemaskan, kejadian dan peristiwa yang menyedihkan, itulah yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air kita, Indonesia, bahkan kalau kita telusuri di seluruh dunia, manusia saat ini sedang berada dalam ketakutan, kecemasan, kegelisahan. Kapan datangnya lembah kekelaman itu? Tidak bisa diprediksi, tidak bisa dijadwalkan.

Saudara, satu hal yang terpenting yang patut kita ketahui dikala kita menghadapi lembah kekelaman : Lembah kekelaman itu hanya bersifat sementara, ini perlu kita camkan !

Mazmur 23 : 4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman. Dalam terjemahan King James: “ Even though I walk through the valley of the shadow of death …”

Kata through artinya melintasi, berjalan melewati. Bagaikan kita masuk ke terowongan, sebentar saja, tidak lama. Di Indonesia jarang kita temukan terowongan tetapi kalau di luar negeri, saat kita naik mobil atau kereta api listrik dan lain sebagainya sering masuk ke suatu terowongan, dan masuknya itu cuma sebentar saja, kira-kira 30 detik, 40 detik lamanya atau paling lama 1 menit keluar lagi, cuma sebentar saja, cuma melewati saja, melintasi saja. Nah begitulah lembah yang kelam yang kita alami itu, kita cuma melintasi dan melewatinya saja, sebab lembah kekelaman itu sifatnya sementara.

Itu sebabnya saat saya sedang menghadapi orang-orang yang sedang bergumul dalam hidupnya, orang-orang yang dilanda kesukaran dan kesusahan, ada satu hal yang sering saya tekankan : BERTAHAN dan KUATLAH ! Sebab berlangsungnya itu tidak lama.

I Petrus 1 : 6 mencatat “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.”

Seketika artinya singkat, sesaat. Lembah kekelaman itu tidak selamanya. Lembah kekelaman itu bukan merupakan akhir dari segala-galanya, hanya seketika, hanya sesaat saja.

I Petrus 5 : 10 “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.“

Lembah kekelaman yang saudara alami bukanlah akhir dari segala-galanya tapi hanya sebuah proses, pemurnian seizin Tuhan (I Petrus 1 : 7) , tujuannya : untuk membentuk iman kita, iman yang tahan uji, memurnikan iman. Seperti seorang pendaki gunung, ia belajar bagaimana untuk mendaki sampai ke puncak gunung dan bagaimana caranya dia harus turun dari gunung itu, itu namanya orang yang mendaki gunung dan menaklukkan gunung. Orang itu harus belajar bagaimana harus mendaki, sebab masalahnya bukan bisa sampai di puncak, bukan ! Sebab kalau tujuannya hanya untuk bisa sampai ke puncak, oh tidak usah lewat mendaki juga bisa, cukup dengan helikopter dia bisa sampai ke puncak tapi kebanggaannya bukan hanya sampai di puncak, namun kebanggaannya adalah saat dia belajar bagaimana mendaki gunung itu dan bagaimana ia turun dari gunung itu. Seorang binaragawan yang punya otot yang indah itu pasti banyak latihannya, mengangkat besi, mengangkat barber, fitness, latihan dan lain sebagainya, dia harus menjaga makanannya dan dengan tekun melatih ototnya, ada harga yang harus dibayar tentunya.

Kekristenan itu perlu diuji, sebab lewat ujian inilah Tuhan akan semakin memurnikan kita (Ayub 7:17-18). Lihat saja pribadi Ayub; pribadi Ayub secara rohani adalah seorang yang saleh, dia punya kerohanian yang cukup baik, yang cukup mantap. Dari sisi keluarga, keluarganya baik-baik dia punya 1 isteri dan punya 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, dari sisi financial dia orang yang diberkati secara luar biasa. Semuanya baik, semuanya indah tapi orang yang seperti itupun satu saat juga menghadapi lembah kekelaman. Berbagai sisi pencobaan itu datang dalam hidupnya.

Inilah saudara, semua yang namanya manusia pasti akan menghadapi yang satu ini,  lembah kekelaman. Tetapi  ingat!, sifatnya hanya sementara saja, hanya seketika saja. Oleh sebab itu, saat kita diperhadapkan pada lembah kekelaman, tetaplah bertahan dan kuatlah, sebab kita hanya melewatinya saja, hanya melintasinya saja dan semuanya akan segera berlalu dan pada akhirnya kita akan melihat ternyata semua ujian dan pencobaan yang kita hadapi itu telah memurnikan iman kita sehingga kita memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya, amen saudara? Tetaplah bertahan dan kuatlah, lembah kekelaman itu akan segera berlalu, sebab kita hanya melewatinya saja…

No Comments Yet

Comments are closed

X