Menjaga Integritas

Tetapi aku (Rasul Paulus) melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
– 1 Korintus 9:27 –
Menjaga integritas merupakan pergumulan setiap orang percaya yang mau serius menjadi muridNya. Di tengah rangsang dosa begitu kuat seperti sekarang, apakah kita berani memiliki pola pikir yang berbeda dengan dunia? Apakah kita dengan tegas berkata tidak saat dosa menggoda di depan mata?
Rasul Paulus memahami benar bahwa integritas adalah suatu keharusan bagi dirinya sebagai pembawa pesan Tuhan. Tanpaintegritas, pelayanannya sebagai pemberita Injil tidak akan efektif, tidak memiliki kuasa. Mengapa? Tuhan tidak memilikitoleransi terhadap dosa. Rahasia kebenaranNya hanya akan diberikan kepada orang-orang yang benar-benar tunduk/taat mengikuti aturan mainNya.
Kalimat pertama dari ayat di atas sangat menarik untuk digali. Kata ‘melatih’ memberi pesan bahwa menjaga integritas tidakbisa diperoleh dalam waktu sekejap, perlu waktu, perlu latihan, alias ada proses yang harus dijalani. Dalam kebijaksanaanNya,Allah mengijinkan kita menghadapi ujian integritas dengan tingkat kesulitan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan iman kita.
Dalam ujian tersebut ada cerita kegagalan, ada cerita keberhasilan. Gagal artinya belum mencapai target yang semestinya. Kegagalan adalah saat yang tepat untuk sadar bahwa kita tidak berdaya tanpa Dia yang memberikan kekuatan kepada kita. Keberhasilan dapat dicapai jika kita mau bekerjasama dengan Roh Kudus yang diam didalam kita untuk mematikan perbuatan-perbuatan tubuh. Roma 8 ayat 13 mengatakan: Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Secara implisit, kalimat ‘melatih tubuh’ berarti bahwa tubuh itu ‘bodoh’, karenanya perlu dilatih. Bisa juga berarti tubuh tidak berdaya, karenanya perlu diberdayakan oleh Firman yang hidup, yang memberikan kuasa untuk mengalahkan keinginan daging.Tubuh harus dikendalikan oleh pikiran yang mengenal kebenaran, yang diperbaharui terus menerus oleh Firman yang hidup. Tubuh harus dilatih untuk tunduk kepada kebenaran. Tubuh harus dilatih untuk berkata tidak terhadap keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Kata menguasainya seluruhnya juga memberi arti adanya pergulatan, adanya pergumulan yang terjadi untuk bisa menaklukkan tubuh dan anggota-anggotanya yang liar. Dalam sebuah pertempuran, selalu ada pihak yang menguasai dan pihak yang dikuasai. Siapa yang berhak menguasai tubuh kita? Kristus! 1 Korintus 6 ayat 20, Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! Siapa yang harus dikuasai? Tubuh kita. Bagaimana cara menguasainya? Allah memberikan kita suatu senjata, yaitu Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang untuk menaklukkan tubuh dan segala keinginannya (Roma 13:4).
Tubuh bodoh, karenanya harus dilatih. Tubuh tak berdaya, karenanya harus diberdayakan. Tubuh liar, karenanya harus dikuasai. Semuanya itu hanya bisa terjadi jika kita mengenakan Yesus Kristus sebagai senjata terang.
Haleluya!
Roma 13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Roma 12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

No Comments Yet

Comments are closed

X