Salesman

Sebuah gereja di suatu daerah sedang mengalami kesulitan keuangan. 
Sampai pada suatu hari, Bapak Pendeta sedang memeriksa ruang penyimpanan dan mendapati bahwa ternyata masih ada beberapa boks Alkitab yang belum dibuka dan belum didistribusikan. 
Lalu ketika ibadah minggu berlangsung, dia meminta kesediaan tiga orang jemaat untuk secara sukarela menjual Alkitab-alkitab itu dari rumah ke rumah dengan harga $10 per buah karena gereja saat itu sangat membutuhkan dana. 
Kemudian tampillah tiga orang jemaat yaitu Peter, Paul dan Louis, mereka bersedia untuk melakukan kegiatan sukarela tersebut. 
Bapak Pendeta mengetahui betul bahwa Peter dan Paul memang adalah salesman, sehingga dia yakin sekali mereka sangat mampu untuk melakukan tugas tersebut. Namun dia agak khawatir dengan Louis. Louis hanyalah seorang petani sederhana dan dia memiliki kesulitan dalam berbicara. Dia gagap, bahkan sangat parah 
Bagaimanapun karena tidak ingin mengecewakan Louis, Bapak Pendeta mengijinkan Louis untuk mencoba. Ketika ibadah selesai, masing-masing sukarelawan ini pulang dengan kotak-kotak Alkitab di bagian belakang mobil mereka. Bapak Pendeta meminta mereka untuk melaporkan hasil penjualan mereka pada minggu berikutnya. 
Satu minggu telah berlalu, Bapak Pendeta sangat penasaran sekali dengan hasil yang telah mereka capai. Ketika bertemu dengan para penjual ini Bapak Pendeta sangat bersemangat sekali dan langsung segera bertanya, “bagaimana Peter, bagaimana dengan hasil penjualan Alkitab yang kamu lakukan?” 
Dengan bangga sambil menyerahkan amplop ke tangan Bapak Pendeta, Peter menjawab, “Dengan kemampuan menjual yang saya miliki, sebanyak 20 Alkitab telah berhasil saya jual, dan ini uangnya sebanyak $200 saya serahkan ke gereja.” 
Dengan penuh semangat Bapak Pendeta menjawab, “Kerja yang bagus sekali, Peter!” sambil menyalam tangan Peter. 
“Kamu memang seorang salesman yang hebat dan gereja berhutang budi padamu.” 
Lalu Bapak Pendeta bertanya kepada Paul, “Nah Paul, berapa banyak Alkitab yang berhasil kamu jual?” 
Dengan tersenyum dan sambil mengangkat dagu, Paul, menjawab dengan percaya diri, “Saya adalah seorang salesman yang professional. Saya berhasil menjual 28 Alkitab dan ini uangnya sebanyak $280 saya serahkan ke gereja.” 
Bapak Pendeta menjawab, “Luar biasa sekali Paul. Betul, kamu memang salesman professional dan gereja juga berhutang budi padamu.” 
Lalu tibalah giliran Louis mempertanggunjawabkan tugasnya. Dengan resah Bapak Pendeta bertanya kepadanya, ” Louis, berhasilkah kamu menjual Alkitab-alkitab itu?” 
Tanpa suara Louis menyerahkan sebuah amplop yang tebal kepada Bapak Pendeta. Bapak Pendeta pun membuka dan menghitung isinya. 
“Apa ini !?” Bapak Pendeta berseru dengan kaget sekali. “Louis, ada $3200 disini! 
Apakah kamu ingin mengatakan bahwa hanya dalam waktu satu minggu kamu berhasil menjual 320 Alkitab?” 
Louis hanya mengangguk. 
“Tidak mungkin!” kata Peter dan Paul dengan serentak. “Kami berdua adalah salesman professional, apakah kamu ingin mengatakah bahwa kamu telah berhasil menjual 10 kali lipat lebih banyak dari kami !?.” 
“Ya, sepertinya tidak mungkin,” Bapak Pendeta menyetujui. ” Louis, sebaiknya kamu jelaskan kepada kami bagaimana kamu berhasil menjual sebanyak itu.” 
Dengan mengangkat bahu Louis menjawab dengan terbata-bata. “S-sa-sa-ya s-s-s su-su-sung-guh ti-ti-dak ta-ta-hu p-pa-pas-ti,” jawabnya. 
Dengan sangat tidak sabar Peter menyela. “Astaga, Louis, bilang saja apa sih yang sudah kamu katakan waktu kamu menjual semua Alkitab itu!” 
Lalu Louis menjawab, “A-a-a-ku cu-cu-ma bi-bi-bil-lang, b-be-ber-ber-se-se-se-di-dia-kah s-sa-sa-sa-sau-da-da-ra m-me-mem-be-be-be-li A-a-al-ki-ki-tab i-i-ni h-ha-har-ga-ga-nya se-se-pu-luh d-do-dol-lar a-at-tau ka-kam-mu l-le-leb-bih s-su-ka s-sa-ya b-be-ber-di-di-ri d-di s-si-ni d-da-dan m-me-mem-ba-ba-c-ca-ka-kan-nya b-b-bu-bu-at ka-ka-mu?” 
Yohanes 9:3 
…… tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. 

No Comments Yet

Comments are closed

X