Sudah Ada Solusinya

Setelah bangsa Israel keluar dan Mesir, dan setelah mereka berhasil melewati Laut Teberau, maka sampailah mereka di satu tempat yang bernama Mara. Namun air yang di Mara itu ternyata pahit, sehingga mereka tidak dapat meminumnya. Sekarang mereka sedang menghadapi masalah air yang pahit. Karena itu Musa mulai berseru-seru kepada Tuhan. Keluaran 15 : 25a “Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis.“ Tuhan menunjukkan; Tuhan tidak menciptakan sepotong kayu, Tuhan tidak menciptakan dari yg tidak ada menjadi ada, yaitu sepotong kayu, tidak! Tapi Tuhan menunjukkan kepada Musa sepotong kayu yang sudah ada, sepotong kayu itu kalau nantinya dilemparkan ke dalam air, air itu menjadi manis. Sepotong kayu itu adalah solusinya. Sebenarnya solusi itu sudah ada di depan mata Musa, sepotong kayu sudah ada di depan Musa, namun Musa tidak melihat solusi itu.

Saudara, banyak orang Kristen saat menghadapi masalah, problema, mereka mulai bersungut-sungut, caci maki, marah karna dia mencari solusi, mencari jalan keluar padahal tahukah saudara sebenarnya solusinya sudah ada di depan mata. Tuhan tidak menciptakan sepotong kayu tetapi Tuhan menunjukkan ini dia jalan keluarnya, ini dia sepotong kayu, Tuhan tunjukkan pada pada Musa.

Lalu kapan Tuhan tunjukkan solusi itu pada Musa? Pada saat Musa merendahkan diri dan menyerahkan persoalannya kepada Tuhan, itulah kuncinya. Pada saat Musa menyerahkan persoalannya, pada saat ia menghadap Tuhan dan berseru-seru, baru solusinya muncul. Itulah kuncinya, saat kita mau menyerahkan persoalan kita dan berseru-seru pada Tuhan, berharap pada pertolongan Tuhan baru solusinya muncul. Sekalipun di depan mata, tapi kalau Tuhan tidak menunjukkan maka ndak ada yang akan tahu bahwa itu jalannya, bahwa itu solusinya, bahwa itu satu-satunya cara untuk menyelesaikan air yang pahit berubah menjadi manis.

Sebesar apapun gunung permasalahan yang kita hadapi, solusinya sudah ada di sekitar kita, sudah ada di depan kita, tinggal kita berseru-seru kepada Tuhan. Kalau kita mau datang mencari Tuhan, nanti Tuhan akan tunjukkan jalanNya. Tuhan akan mengubah yang pahit menjadi manis, dan Tuhan akan menjadikan segala-galanya baik.
Markus 7 : 37b “Ia menjadikan segala-galanya baik.“

Tuhan menjadikan segala-galanya baik. Yang buruk menjadi baik, yang pahit Tuhan sanggup ubah menjadi manis. Dan lebih dari itu Tuhan memimpin mereka, bukan hanya menikmati air yang manis, bukan hanya menikmati air yang menyegarkan dahaga mereka, tapi lebih dari itu Tuhan ingin memberikan kepada mereka KELIMPAHAN lewat Tuhan membimbing mereka ke ELIM, di sana ada 12 mata air.

Keluaran 15 : 27 “Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.“
Di Elim ada dua belas mata air; apa itu mata air?

Mata air, itulah sumber air, pancaran air yang membual-bual. Mata air, air yang terus memancar, tidak pernah berhenti. Saudara, Tuhan mau memberkati kita, Tuhan mau memberikan berkatNya yang luar biasa, bukan hanya sebatas cukup, bukan hanya sampai sebatas bisa dinikmati tapi sampai bagaikan mata air yang membual. Tuhan ingin memberkati kita dengan penuh KELIMPAHAN. Tidak hanya cukup tapi berkatNya MELIMPAH. Amen?

Keluaran 15 : 27a “ Sesudah itu sampailah mereka di Elim;“
Saudara, jarak Mara ke Elim itu tidak jauh,  kira-kira 8 km; dari Mara ke Elim itu sekitar 8 km, dekat saja. Itu sebabnya, sebenarnya pada saat mereka menghadapi air yang pahit di Mara, mereka tidak perlu bersungut-sungut, mereka cukup saja bertahan sebab sebentar lagi juga mereka akan mencapai Elim.

Di sini ada satu pengajaran yang indah untuk saudara dan saya : Jangan cepat bersungut-sungut dan jangan cepat putus asa. Sebab dalam setiap masalah sudah ada jalan keluar dari Tuhan, solusinya sudah ada, bahkan solusinya sudah ada di depan mata, tinggal Tuhan tunjukkan saja. Dan jarak Tuhan memimpin kita sampai pada tahap berkelimpahan itu juga tidak jauh. Kalau kita mau taat, kalau kita mau berjalan dipimpin oleh Tuhan maka Tuhan akan memimpin kita sampai Elim, sampai pada kelimpahan, amen?

Sebab jarak Mara dan Elim itu tidak jauh. Elim itu daerah yang penuh dengan kelimpahan mata air dan juga pohon korma, 70 pohon korma. Buah korma itu bisa dimakan dan mengandung gizi, mengandung banyak nutrisi yang  membuat kita sehat, itu buah korma.
Saudara, jaraknya tidak jauh, jarak sampai Tuhan memberkati kita itu tidak jauh, asalkan kita mau bertahan di dalam pencobaan ( Yakobus 1 : 12 ), asalkan kita mau menjaga mulut lidah bibir kita jangan sampai menyakiti hati Tuhan, jangan sampai bersungut-sungut saat masalah datang. Lalu bagaimana bica mencapai Elim? Satu-satunya cara untuk mencapai Elim adalah melangkah maju, terus maju, jangan pernah berhenti.
Kalau mereka tetap stagnan, tetap berhenti, stop di Mara maka mereka tidak akan sampai di Elim, mereka tidak akan menikmati yg namanya kelimpahan mata air. Itu sebabnya menjadi Kristen biarlah kita menjadi Kristen yg progresif, yang mau melangkah maju, rohani kita bertumbuh, iman kita bertumbuh, gairah kita untuk dengar Firman bertumbuh.

Mazmur 126 : 6b “Orang yang berjalan maju….“
Berjalan maju! Saya mendorong saudara-saudara sekalian sebagai pelayan-pelayan Tuhan jangan ada seorangpun yang mundur, jangan ada seorangpun yang karna dimaki, dicaci, diomelin kemudian sakit hati dan mundur, jangan. Lihat teladan daripada Musa; dia maju terus, dia bersandar kepada Tuhan, mungkin ada air mata, mungkin saat kita berjalan maju penuh dengan tantangan tapi yakinlah bahwa :

Mazmur 126 : 5 “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.“
Kita akan menuai dengan sorak-sorai. Itu sebabnya mari kita maju terus dalam kerohanian! Kita maju terus dalam mengikut Tuhan! Maju terus dalam melayani Tuhan!

Yakinlah sekalipun ada air mata tapi satu saat kita akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan, kita akan menuai dengan sorak-sorai, kita akan menuai dengan sukacita.
Mungkin kita sudah mengorbankan waktu kita, mungkin kita sudah mengorbankan hidup kita, atau mungkin saat ini kita sedang mengalami hal yang sangat menyakitkan hati, ada kepahitan yang sedang melanda kita namun Tuhan Yesus mampu mengubah Mara, kepahitan menjadi manis, sebab Dia sanggup mengubah yang buruk menjadi baik, Dia mampu mengubah hidup yang suram menjadi hidup yang penuh harapan.

Apapun yang sedang kita hadapi, solusinya sudah ada, tapi sudahkah kita berseru-seru pada Tuhan? Sudahkah kita menyerahkan persoalan kita kepada Tuhan? Kalau belum, hanya itu yang perlu kita lakukan maka solusinya pasti akan engkau temukan, sebab Tuhan sendiri yang akan menunjukkan….
Lihatlah, solusinya ada di depan mata…
Sudahkah engkau melihatnya?

No Comments Yet

Comments are closed

X