Terimalah Apa Adanya

Sebuah kisah tentang sepasang suami-istri yg saling mencintai & hanya mempunyai seorang anak laki-laki. Mereka mencintai anaknya dengan sepenuh hati. Tetapi suatu hari anaknya harus berpisah dengan mereka karena anaknya itu masuk ke dinas ketentaraan (militer) dan dikirim ke suatu tempat untuk mengemban sebuah misi. Dia tidak pernah kembali dan diberitakan telah meninggal walaupun tubuhnya tidak pernah ditemukan. Pasangan yang sudah tua itu menolak kenyataan kalau anaknya telah meninggal. Mereka tetap berharap anaknya masih hidup.
Tahun demi tahun pun berlalu. Suatu hari, mereka menerima berita bahwa anak mereka masih hidup dan dirawat di rumah sakit. Pasangan itu sangat gembira dan meminta anaknya pulang secepat mungkin. Anaknya itu mengatakan kepada orangtuanya bahwa ketika dia berada di rumah sakit, dia bertemu seorang teman yang mampu membesarkan hati dan memberinya harapan untuk hidup. Dia ingin mengajak temannya itu bertemu dengan orangtuanya serta tinggal bersama mereka karena ia tak memiliki seorang keluarga pun di dunia ini. Awalnya orangtuanya menerima permintaannya dengan antusias. Kemudian dia mengatakan kepada mereka bahwa temannya itu tidak normal seperti yang lainnya. Kenyataannya, temannya itu cacat karena pernah menginjak ranjau di medan perang. Temannya itu kehilangan satu kaki dan satu tangan.
Setelah mendengar nasib temannya itu, orangtuanya tidak tertarik lagi pada temannya yang cacat itu dan mendesak anaknya untuk pulang sendirian. Anak itu terus memaksa agar dia diperkenankan membawa temannya, tetapi orangtuanya tetap tak menghiraukannya. Akhirnya dia tidak memenuhi permintaan orangtuanya.
Hari berganti hari. tetapi anaknya tidak kunjung pulang. Akhirnya mereka menerima berita tragis bahwa anaknya itu telah meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya tak mampu diobati lagi. Pasangan itu pun menghadiri pemakaman anaknya yang telah diatur secara kemiliteran. Ketika mereka mendekati peti jenazah anaknya, mereka melihat tubuh anaknya berbaring di sana. Mulut mereka terkunci karena mereka menyadari bahwa anaknya itu ternyata hanya mempunyai satu tangan dan satu kaki.
Makna dari cerita di atas !
Setiap manusia itu memiliki kelemahan. Dan kita harus menerima segala kelemahan & kekurangan yang kita miliki begitu juga dengan kelemahan orang2 yang disekitar kita. Seperti keluarga, kawan2, kekasih, dsb. Dan kita juga haruslah bersyukur dengan segala apa yang kita punya, dan segala apa yang kita terima sebelum kita menyesal nantinya. Karena orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang mampu mensyukuri dan memanfaatkan apa yang ia miliki. Juga yang lebih penting, mulai sekarang bukalah hati untuk menerima segala kelemahan & kekurangan orang lain sebagaimana kita menerima kelemahan-kelemahan diri kita sendiri.
“Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” [Roma 15 : 7]

No Comments Yet

Comments are closed

X