Thema Gereja

Gereja sel biasanya dengan cepat berkembang menjadi struktur berbentuk piramida dengan gembala senior di puncaknya lalu diikuti ke bawah oleh asisten gembala, direktur dari departemen Pastoral Care, gembala-gembala distrik, gembala-gembala area, pengawas area dan akhirnya, di dasar piramida, para pemimpin komunitas sel dengan asisten pemimpin komunitas sel serta para orang tua rohani mereka. Sebuah struktur piramida atau struktur berbasis kekuasaan membawa serta kemungkinan korupsi politis: semakin dekat Anda dengan orang di puncak, makin besar kekuasaan atau pengaruh yang dapat Anda miliki. Dalam tatanan seperti ini, otoritas rohani berada dalam bahaya akan digantikan oleh jarak dari sumber kekuasaan yang adalah si pemimpin itu sendiri.
Sebagai perbandingan, gereja rumah memiliki struktur yang datar. Berbagai tugas yang ada tidak dikerjakan oleh orang-orang dalam sebuah hierarki, tetapi oleh orang-orang yang secara unik diberi karunia dalam pelayanan khusus yang saling terkait sebagai teman-teman sepenebusan dan saling menundukkan diri satu sama lain. Dalam Perjanjian Baru, tidak ada infeoritas atau superioritas diantara anggota gereja, yang ada hanya kesamaan: tidak ada satu orang pun yang lebih penting daripada yang lain (1 Korintus 12:21-25), tetapi setiap orang harus memenuhi fungsi yang berbeda di dalam Kristus. Oleh karena itu, pelayanan tidak delegasikan dari atas ke bawah, tetapi didapatkan melalui roh pelayanan yang rendah hati.

No Comments Yet

Comments are closed

X