Topics
Deeper Journey, Faith, Life, Love & Relationship
Reading Time
1 minute
Share this article

Puisi Orang Percaya

reading time: 1 minute
Terkadang aku bertanya, "Tuhanku, apakah ini kehendakMu?" Kemudian Engkau menjawab aku, "AnakKu yang Kukasihi, […]

Terkadang aku bertanya, "Tuhanku, apakah ini kehendakMu?" Kemudian Engkau menjawab aku, "AnakKu yang Kukasihi, tenanglah." Terkadang aku frustasi karena aku merasa tahu yang terbaik. Kemudian Engkau berkata kepadaku, "AnakKu yang selalu sibuk... beristirahatlah!." Terkadang aku merasa kesepian dan aku menginginkan seorang pasangan. SuaraMu yang lembut dan jelas itu berkata, "Anakku... tunggu waktunya!"

Aku mengetahui rencanaKu yang terbaik bagimu hal-hal yang sangat indah yang akan engkau lihat Andaikan engkau dapat bersabar, anakku, dan percaya sepenuhnya kepadaKu. Rencanaku adalah membawa engkau semakin dekat denganKu. Rencanaku adalah membantu engkau untuk dapat bertumbuh. Banyak hal yang Aku buat yang engkau tidak dapat lihat dan masih banyak lagi yang engkau tidak tahu. Tetapi satu hal yang engkau tahu, anakku, bahwa aku mencintaimu. Engkau sangat berharga dimataku. Sebelum aku menenun engkau di dalam kandungan ibumu, Aku sudah menentapkan rancanganKu.

Aku sudah merencanakan sesuatu yang terbaik untuk engkau. Aku harap engkau dapat belajar. Pemberianku yang aku ingin berikan kepadamu adalah pemberian yang engkau tidak bisa dapatkan. Pemberianku tidak ada menuntut bayaran, namun bukan berarti murah. Di bukit Golgota, Aku memberikan anakKu satu-satunya, sehingga engkau tidak binasa. Tenanglah anakKu, dan janganlah engkau menjadi letih lesu dalam melakukan kehendakKu. Aku berjanji akan kembali untuk menjemput engkau, dan aku akan melakukannya. Namamu terukir di telapak tanganKu, Aku tidak pernah melupakannya; Oleh karena itu, janganlah engkau kecewa apabila jawabku... "Belum waktunya"

Topics
Deeper Journey, Faith, Life, Love & Relationship
Deeper Journey, Faith
Kebiasaan Yesus
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi […]
Dalam kita merayakan suatu peristiwa yang mulia, yaitu kelahiran Yesus, di mana Allah telah […]