Deeper Journey, Faith, Life, Love & Relationship

Puisi Orang Percaya

Fig 15 10 2018 05 43 50 1

Terkadang aku bertanya, “Tuhanku, apakah ini kehendakMu?” Kemudian Engkau menjawab aku, “AnakKu yang Kukasihi, tenanglah.” Terkadang aku frustasi karena aku merasa tahu yang terbaik. Kemudian Engkau berkata kepadaku, “AnakKu yang selalu sibuk… beristirahatlah!.” Terkadang aku merasa kesepian dan aku menginginkan seorang pasangan. SuaraMu yang lembut dan jelas itu berkata, “Anakku… tunggu waktunya!”

Aku mengetahui rencanaKu yang terbaik bagimu hal-hal yang sangat indah yang akan engkau lihat Andaikan engkau dapat bersabar, anakku, dan percaya sepenuhnya kepadaKu. Rencanaku adalah membawa engkau semakin dekat denganKu. Rencanaku adalah membantu engkau untuk dapat bertumbuh. Banyak hal yang Aku buat yang engkau tidak dapat lihat dan masih banyak lagi yang engkau tidak tahu. Tetapi satu hal yang engkau tahu, anakku, bahwa aku mencintaimu. Engkau sangat berharga dimataku. Sebelum aku menenun engkau di dalam kandungan ibumu, Aku sudah menentapkan rancanganKu.

Aku sudah merencanakan sesuatu yang terbaik untuk engkau. Aku harap engkau dapat belajar. Pemberianku yang aku ingin berikan kepadamu adalah pemberian yang engkau tidak bisa dapatkan. Pemberianku tidak ada menuntut bayaran, namun bukan berarti murah. Di bukit Golgota, Aku memberikan anakKu satu-satunya, sehingga engkau tidak binasa. Tenanglah anakKu, dan janganlah engkau menjadi letih lesu dalam melakukan kehendakKu. Aku berjanji akan kembali untuk menjemput engkau, dan aku akan melakukannya. Namamu terukir di telapak tanganKu, Aku tidak pernah melupakannya; Oleh karena itu, janganlah engkau kecewa apabila jawabku… “Belum waktunya”

Advertisements
Career, Life, Love & Relationship

Gandum atau Ilalang

"Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut ilalang…
Fig 14 11 2018 06 22 26 1