Finish Strong

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

(2 Tim 4:7)

Pernahkah anda menonton film Rocky, film tentang petinju yang beredar di akhir tahun 1970-an? Di dalam film tersebut ada saat di mana Rocky memberikan nasehatnya kepada putra nya demikian:

“Kamu tumbuh dengan baik dan luar biasa. Dan ada waktu nya dimana kamu menjadi seorang pria dewasa. Tetapi ada saat di mana dalam hidup, kamu berubah. Kamu tidak seperti dirimu lagi. Kamu mulai lengah dah membiarkan perkataan orang lain yang mengatakan “you are no good” melekat di hatimu. Dan ketika kamu menghadapi rintangan yang berat, kamu mulai mencari sesuatu yang bisa kamu salahkan, seperti bayangan besar yang menghantui mu. Ijinkan saya untuk mengingatkan mu akan sesuatu yang sebenernya kamu sudah tau: dunia ini tidak semua nya indah seperti sinar matahari dan pelangi. Dunia ini adalah tempat yang kejam dan jahat dan tidak peduli seberapa kuat nya kamu, dunia ini akan menghancurkan mu kalau kamu mengijinkan nya. Hidup ini bukan tentang seberapa keras kamu memukul tapi seberapa keras kamu kepukul namun tetap bangkit dan maju terus pantang mundur. Seberapa kuat kamu menghadapi setiap pukulan itu dan tetap maju terus. Begitulah caranya kamu akan menang!”

Sayangnya di jaman sekarang, daripada seperti Rocky, lebih banyak orang seperti anak nya Rocky, tenggelam dalam self-pity, mengasihani diri sendiri. Generasi yang punya tendensi untuk mengeluh tentang segala sesuatu, mudah tersinggung oleh segala sesuatu, dan menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri ketika ada masalah dalam hidup mereka.

Doa saya, ketika kita¬†menghadapi “pukulan-pukulan” tersebut di dalam hidup kita, biarlah kita teringat bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berjanji memberikan hidup yang mudah untuk kita, tapi Dia berjanji untuk selalu beserta kita dan tidak akan meninggalkan kita. Dan percayalah, selama kita tidak menyerah dan tidak mengasihani diri sendiri namun selalu maju terus, kita akan mengakhiri pertandingan hidup ini dengan tuntas, mencapai garis akhir, bukan karena kekuatan kita melainkan karena Dia lah sumber kekuatan kita.

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada ku (Filipi 4:13).

No Comments Yet

Leave a Reply

X

Send this to a friend