Deeper Journey, Faith

Aktif Berbuat, Bukan Pasif

Fig 30 10 2018 09 03 00 1

Dalam dunia ini ada banyak tokoh-tokoh etika yang kenamaan, namun Tuhan Yesus Kristus melampaui mereka semua.

Confucius pernah mengajarkan prinsip etika, apa yang aku tidak ingin orang lain berbuat bagiku, demikian juga aku tidak mau melakukannya bagi orang lain.

Hillel, seorang rabi besar Yahudi pernah mengajarkan prinsip etikanya, apa yang kamu benci janganlah kamu lakukan bagi orang lain.

Philo seorang tokoh Yahudi dari Alexandria mengajarkan prinsip etika, apa yang kamu benci untuk menderitanya, jangan kamu lakukan pada orang lain.

Sokrates, seorang orator Yunani mengajarkan perkara-perkara yang membuat engkau marah bila menanggungnya dari tangan orang lain, jangan lakukan itu bagi orang lain. Pengikut filsafat Stoa menganut prinsip dasar, apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan bagimu, janganlah lakukan hal itu pada orang lain.

Perkataan tokoh-tokoh etika itu sebenarnya mengandung kesamaan nada bicara yaitu berbentuk kalimat negatif yang diperjelas dengan istilah tidak boleh atau jangan lakukan pada orang lain. Tekanannya adalah kepasifan, asal tidak berbuat apa-apa yang jahat pada orang lain, diam-diam saja, itu berarti cukup baik. Ajaran Yesus Kristus menekankan keaktifan berbuat dan berbuat terus yang baik, kalau kita ingin dikasihi kita harus aktif mengasihi orang lain.

Ada sebuah kisah nyata, ada seorang pemuda yang sangat sombong dan angkuh, dia hanya mau didengar pendapatnya, dan ditolong bila mengalami kesukaran. Tapi dia tidak mau menolong orang lain ataupun mendengar pendapat orang lain.

Suatu hari mobil pemuda tersebut yang terkenal kasar, sombong dan sering merendahkan orang mengalami kerusakan dijalan, dia mulai minta tolong orang lain untuk memperbaikinya, padahal jam menunjukkan jam 01.30 pagi, dan pemuda tersebut menolongnya tanpa mengingat perlakuan anak muda yang sombong itu. Setelah mobil tersebut bisa berjalan kembali anak muda tersebut, mulai dengan tingkah polanya.

Suatu hari pemuda yang pernah menolong anak muda yang sombong itu menghubunginya lewat telephone, tapi pemuda tersebut sama sekali tidak mau mengangkatnya karena dia berfikir, untuk apa aku menjawabnya? Aku tidak memerlukan pertolongan pemuda ini? Ternyata pemuda tersebut ingin memberitahukan bahwa ibu dari anak muda yang sombong itu telah meninggal dunia, tapi karena kesombongannya, maka akhirnya ibu anak muda yang sombong itu dikubur tanpa anak muda itu melihatnya.

Janganlah kita menganggap tidak memerlukan orang lain, karena suatu saat kita pasti akan memerlukan orang lain, karena kita ini dibentuk oleh Tuhan, untuk saling menolong, membutuhkan, mendukung dan juga saling mendoakan. Karena kita hidup didunia ini, bukan sendirian, tapi ada orang lain. Dan kata-kata yang lemah lembut, dan orang yang rendah hati, lebih disenangi dan dihormati orang, apalagi kita sebagai anak Tuhan Yesus Kristus yang terkenal dengan kasihNya, jadilah penolong bagi banyak orang.

Advertisements
Deeper Journey, Faith, Life

Kamu Adalah Saksiku

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi…
Fig 30 10 2018 08 35 42 1
Life, Love & Relationship

Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan seorang anak lelaki yang senang bermain-main di…
Fig 31 10 2018 01 02 36 1
Deeper Journey, Faith

Keputusan Sang Ayah

Setelah beberapa lagu pujian seperti biasanya pada hari minggu, pembicara gereja bangkit berdiri dan perlahan-lahan…
Fig 03 11 2018 19 27 25 1